DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI …………………………………………………………….………………… 1
BAB I
…………………………………………………………………………..................... 2
PENDAHULUAN
1. LatarBelakang …………………………………………………………………….... 2
BAB II …………………………………………………………………………………….... 3
PEMBAHASAN
2. PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN................................................ 3
2.1. SEKILAS TENTANG DUNIA ISLAM PADA MASA MODERN.................. 3
2.2. PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM PADA MASA MODERN..................... 4
2.3. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
PADA MASA MODERN........ 6
2.4. PERKEMBANGAN BUDAYA ISLAM PADA
MASA MODERN.................... 10
2.4.1. Arsitektur
2.4.2. Sastra
2.4.3. Kaligrafi
BAB III ……………………………………………………………………….…………… 14
KESIMPULAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LatarBelakang
Mempelajari
sejarah perkembangan Islam pada abad modern dapat disikapi dengan sejarah
tersebut dapat memberikan ide dan kreatifitas tinggi untuk mengadakan perubahan-perubahan
supaya lebih maju dengan cara yang efektif dan efisien, Problema-problema masa
lalu dapat menjadi pelajaran dalam bidang yang sama pada masa yang selanjutnya,
Pembaharuan dapat dilakukan dalam berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan ,politik
dan lain sebagainya. Dan kami sebagai MahaSiswa STAI AR-RIHO
sangat berharap dengan Perkembangan ISLAM ini dapat merubah bukan hanya dunia
Pendidikan, namun disegala Bidang .
BAB II
PEMBAHASAN
2.
PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN
2.1.
SEKILAS TENTANG DUNIA ISLAM PADA MASA MODERN
Masa pembaharuan (Modern) bagi dunia islam adalah masa yang dimula
dar tahun 1800M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya
kesadaran umat islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk
memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Pada awal masa pembaharuan , kondisi islam secara politis berbeda
di bawah penetrasi kolonialisme. Baru pada pertengahan abad ke-20 M dunia islam
bangkit memerdekakan negaranya dari penjajahan bangsa barat (Eropa).
Diantara Negara-negara islam atau Negara-negara penduduk mayoritas
umat islam, yang memerdekakan dirinya dar penjajahan seperti:
Indonesia, memperoleh
kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pakistan pada
tanggal 15 Agustus 1947.
Mesir secara pormal
memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1922 M. namun mesir baru merasa
benar-benar merdeka pada tanggal 23 Juli 1952. yakni setelah jamal Abdul Nasir
menjadi penguasa. Karena dapat menggulingkan raja Faruq yang dalam masa
pemerintahannya pengaruh inggris sangat besar.
Irak merdeka secara
pormal dari penjajah inggris tahun 1932M, tetapi sebenarnya baru benar-benar
merdeka tahun 1958M,.
Syira dan Libanon merdeka
dari penjajah prancis tahun 1946M.
Beberapa Negara di
Afrika merdeka dar Negara prancis, seperti Lybia tahun 1951M, Sudan dan maroko
tahun 1956M, dan Aljazair tahun 1962M.
Di Asia tenggara
Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam, yang merdeka dari penjajah
inggris adalah Malaysia tahun 1957 M, dan Brunei Darussalam tahun 1984 M.
Di Asia Tengah,
Negara-negara yang merdeka dari Uni Soviet tahun 1992M. adalahUzbekistan,
Kirghstan, Kazakhtan, danAzerbaijan. Sedangkan Bosnia merdeka dar
penjajah Yogoslavia juga tahun 1992 M.
2.2. PERKEMBANGAN
AJARAN ISLAM PADA MASA MODERN
Menjelang dan pada masa awal-awal pembaharuan yaitu sebelum dan
sesudah tahun 1800M. umat islam diberbagai Negara telah menyimpang dari ajaran
islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadis. Penyimpangan itu tedapat dalam
hal:
Ajaran Islam tentang
ketauhidan telah tercampur dengan kemaksatan.hal n ditandai dengan banyaknya
umat Ialam yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah makam yang dianggap
keramat dan meminta tolong dalam urusan gaib kepada dukun-dukun dan orang yang
dianggap sakti. Selain itu juga kelompok umat Islam yang mengkulcuskan dan
beranggapan bahwa sultan adalah orang suci yang segala perintahnya di
taat.
Adanya kelompok
umat Islam yang selama hidup didunia ini hanya mementngkan urusan akhirat dan
meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa memiliki harta benda yang banyak,
kedudukan yang tinggi, dan Ilmu tentang pengetahuan dunia adalah tdak perlu.
Karena hdup ddunia ini cumin sebentar dan sementara, sedangkan hidup di akhirat
bersifat kekel dan abadi. Selan itu, banyak umat Islam yang menganut paham
fatalisme, yaitu paham yang mengharuskan berserah dir kepada nasib dan tdak
perlu berikhtiar, karena hidup manusia dikuasai dan dikendalikan oleh nasib.
Penympangan- penympangan umat slam terhadap ajaran agamanya
seperti tersebut, mendorong lahrnya para tokoh pembaharu, yang berusaha
menyadarkan umat islam agar kembali kepada ajaran Islam yang benar, yang
bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis). Tokoh-tokoh pembaharu yang
dimaksud antara lain:
1. Muhammad
bin Abdul Wahhab lahir di Nejd (Arab Saudi) pada tahun 1115 H
(1703 M) dan wafat di Daryah tahun 1201H (1787M). Muhammad bin Abdul Wahhap
adalah seorang ulama besar yang froduktif, karena buku-buku karangannya tentang
Islam, memcapai puluhan judul. Diantara buku-bukunya berjudul “ Kitap At-Tauhid
“ yang isinya antara lain tentang pemberantasan syrk, khurafat, dan bd’ah yang
terdapat dkalangan umat Islam dan mengajak umat Islam agar kembali kepada
ajaran tauhid yang murni. Para pengkut Muhammad bin Abdul Wahhap
menamakan kelompoknya denggan “Al-Muwahhidun” atau “Al- Muslimun” yang artinya
kelompok yang berusaha mengesahkan Allah SWT semurni-murninya. Gerakan pemurnian
ajaran Islam yang dilakukan oleh para pengkut Muahammad bin Abdul Wahhap ini
dinamakan juga gerakan “Wahabi”.
2. Rafa’ah
Badawi Rafi’ At-Tahtawi, atau At- Tahtaw. Lahir da tahta pada tahun 1801 M
dan mennggal di mesir. Pemikrannya yang berkaitan dengan ajran Islam, antara
lain, beliau menyuruh agar umat islam dalam hdup didunia ini tdak hanya
mementingkan urusan akhirat. Tetapi juga harus mementingkan urusan dunia, agar
umat Islam tdak djajah oleh bangsa lain.
3. Jamaluddin Al-Afghani, lahir di
Asadabad tahun 1838M dan wafat di Istanbul tahun 1897M. di antara
pembaharuan yang muncul kan beliau adalah:
agar kejayaan umat
Islam dapat diraih kembali dan mamapu menghadapi dunia modern, umat slam harus
kmbali kepada ajaran agamanya yang murni dan harus memaham Islam dengan rasio
dan kebebasan.
Jamaluddin mengngnkan
agar kaum wanta juga meraih kemajuan dan bekerja sama dengan pra untuk
mewujudkan masyarakat Islam yang dinamis dan maju.
Kepemimpinan
otokrasi hendaknya diubah menjadi demokrasi. Menurut pendapatnya, Islam
menghendaki pemerintahan repoblik yang didalamnya terdapat kebebasan memukakan
pendapat dan kewajban Negara untuk tunduk kepada undang-undang.
Ajarannya tentang
Pan-Islamisme yakni persatuan dan kerjasama seluruh umat islam harus
diwujudkan. Karena persatuan dan kerja sama seluruh umat Islam sangat pentng
dan diatas segalanya.
Pada masa pembaharuan jumlah penduduk beragama Islam berkembang
terus kepelosok dunia. Penduduk muslim terbanyak berada dibenua Asiadan
Afrika. Mengacu kepada penduduk tahun 1991M Negara-negara yang penduduk
muslimnya lebh dari 90% adalah Mauritania, sahara barat, maroko, aljazair,
Tunisia, libia, mesir, Somalia, turki, irak, yordania, arab Saudi, yaman, oman,
Qatar, Bahrain, iran, afganisthan,dan Pakistan.
Sedangkan Negara-negara yang jujmlah umat Islamnya mencapai 50-90%
adalah Tanzania (Afrika), turkemenistan, Uzbekistan, krighistan, Tazikistan,
bagladesh, Malaysia Singapura, Indonesia, Brunei, difilipina. Negara-negara
yang umat Islamnya 10-50% antara lain
seperti Guinea(Afrka), Albania, Suriah, India, Cina,
dan Myanmar.
Untuk mengikat Negara-negara Islam di dunia, pada nbulan Zulhijjah
tahun 1381 H (mei 1962), telah didrikan Rabithah Al-Alam Al- Islami ( muslim
warld league atau lga duna Islam) sebuah organsasi Islam internasiaonal non
pemerintah yang tidak berpihak kepada suatu partai atau golongan dan mewakli
umat Islam sedunia. Ligas duna Islam ini berkantor pusat di Mekah (Saudi
Arabia), sedangkan kantor perwaklannya tersebat di seluruh duna, seperti
Indonesa, Amerika, Kanada, Denmark, Malaysia, dan Prancis.
Dibenua Eropa, dalam Conference of Islamc Cultural
Centre and Organization. Of Europe(konferensi pusat kebudayaan dan
organsasi Islam eropa). Di Lanon pada bulan Mei 1973, dengan dprakasai oleh
secretariat Islam di Jeddah telah ddrkan dewan Islam Eropa, yang bertujuan
untuk mengorgansr dan memajukan usaha-usah dakwah Islamah.
2.3. PERKEMBANGAN
ILMU PENGETAHUAN PADA MASA MODERN
Islam merupakan
agama yang sangat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Islam
menghendaki manusia menjalankan kehidupan yang didasarkanpada rasioanlitas atau
akal dan iman. Ayat-ayat Al Qur’an banyak memberi tempat yang lebih tinggi
kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan, Islam pun menganjurkan agar
manusia jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dimilikinya karena
berapapun ilmu dan pengetahuan yang dimiliki itu, masih belum cukup untuk dapat
menjawab pertanyaan atau masalah yang ada di dunia ini. Firman Allah SWT( lihat
Al_qur’an )
Artinya : “Dan seandainya
pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepada
tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya
(dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha
bijaksana.” (QS luqman : 27)
Pada masa pembaharuan, perkembangan ilmu pemgetahuan mengalam
kemajuan. Hal ini dapat dlihat diberbagai Negara,
seperti Turki, India dan Mesir. Sultan Muhammad II (1785-1839 M)
dari kesultanan Turki Usmani, melakukan berbagai usaha agar umat Islam
dinegaranya dapat menguasai Ilmu pengetahuan dan teknologi. Usah-usaha tersebut
seperti:
1. melakukan modernsasi dibdang penddkan dan
pengajaran, dengan memasukan kurkulum pengetahuan umum kepada lembaga-lembaga Islam
(madrasah).
2. mendirkan lembaga penddkan “Mektebi
Ma’arif”, untuk mencetak tenagah-tenaga asli dibdang administrasi, juga
membangun lembaga “Mektebi Ulumi Edebiyet”, untuk menyediakan tenaga-tenaga
ahli dibdang penterjamaah.
3. mendrkan perguruan-perguruan tngg dibidang
kedokteran, milter, dan teknologi.
Setelah kesultanan Turki dihapuskan pda tanggal 1 November 1923M,
dan Turk diproklamirkan sebagai Negara berbentuk repoblik dengan presden
pertamanya Mustafa kemal At-Turk, pendri Turk modern (1881-1938 M), maka
kemajuan turk dbdang pengetahuan dan teknolog terus mengembang. Di India
ketika dijajah Inggris, telah bermunculan para cendikawan muslim
berpikran modern, yang melakukan usaha-usaha agar umat Islam mapu menguasai
Ilmu pengetahuan dan teknologi., sehngga dapat melepasan diri dari belenggu
penjajah. Parta cendkawan dimaksud deperti Syah Waliyullah (1730-1762 M),
Muhammad Iqbal (1873-1938M), Sayid Ahmad Khan (1817-1898M), Sayid Amir Ali
(1849-1928 M), Muhammad Ali Jannah (1876-1948M), dan Abdul Kalam Azad
(1888-1956 M).
Diantara cendekiawan tersebut yang besar jasanya tehadap umat
Islam di India adalah Sayid Ahmad Khan.
Setelah Inda dan Pakstan merdeka dari Inggris pada tahun 1947M,
Umat Islam terbagi dua, ada yang masuk ke Repoblik Islam Pakstan dan juga ada
yang tetap di India sekitar 40 juta jiwa. Umat Islam di dua Negara tersebut
terus berusaha meningkatkan Ilmu pengetahuan dan teknologi, agar kualitas hidup
mereka menngkat kearah yang lebih maju.
Pada masa pembaharuan, terutama setelah ekspansi Napoleon ke Mesir
(1798M) umat Islam Mesir, Khususnya para penguassa dan kaum cendekiawannya
menyadari akan keterbelakangan mereka dalam urusan dunia jika dibandingkan
dengan bangsa-bangsa Eropa. Oleh karena itu, mereka melakukan berbagai usaha agar
menguasa berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dmiliki oleh
bangsa-bangsa Eropa.
Muhammad Ali, penguasa Mesir tahun 1805-1849 M, mengirim
para mahasiswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi ke Prancis.
Setelah kembali ke Mesir, mereka mengajar dberbagai perguruan tinggi, terutama
di Universitas Al-Azhar. Karena yang belajar di Universitas Al-Azhar ini bukan
para mahasiswa Islam dari Mesir, tetapi maha siswa dari berbaga Negara dan
wilayahIslam. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dajarakan Universitas
Al-Azhar, in pun dengan cepat menyebar keseluruh dunia Islam. Selan Unverstas
Al-Azhar telah didirikan Unverstar-Universitas lain yang didalamnya terdapat
berbaga Fakultas seperti: Kedokteran, Farmasi, Teknik, pertania, Perdagangan,
Hukum, dan Sastra. Universitas yang dmaksud adalah Universitas Iskandariyah
di kotaIskandariyah, Universitas Ainusyams (1950 M), dan Universitas
Amerka yang bernama “The AmericanUniversity in Cairo (AUC), yng
didrikan bagi orang Mesir dengan tenaga pengajar dar Amerika.
Ajaran Islam
tersebut mendapat respon yang positif dari para pemikir Islam sejak zaman
klasik (650-1250 M), zaman pertengahan (1250-1800 M) hingga periode modern
(1800 m dan seterusnya). Masa pembaruan merupakan zaman kebangkitan umat Islam.
Jatuhnya mesir ke tangan barat menynadarkan umat Islam bahwa di barat telah
timbul peradaban baru yang lebih tinggi dan merupakan ancaman bagi Islam.
Raja-raja dan pemuka-pemuka Islam mulai memikirkan cara untul meningkatkan mutu
dan kekuatan umat Islam. Pemikiran dan usaha pembaruan antara lain sebagai
berikut.
a.Praperiode modern (1250-1800 M)
Sebenarnya
pembaruan dan perkembangan ilmu pengetahuan telah dimulai sjak periode
pertengahan, terutama pada masa kerajaan usmani. Pada abad ke-17, mulai terjadi
kemunduran khusunya ditandai oleh kekalahan-kekalahan yang dialami melalui
peperangan melawan negara-negara Eropa. Peristiwa tersebut diawali dengan
terpukul mundurnya tentara usmani ketika dikirm untuk menguasai wina pada tahun
1683. kerajaan usmani menyerahkan Hungaria kepada Austria, daerah Podolia kepada
Polandia, dan Azov kepada Rusia dengan perjanjian Carlowiz yang ditandatangani
tahun 1699
Kekalahan yang
menyakitkan ini mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan usmani
mengadakan berbagai penelitian untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka
dan rahasia keunggulan lawan. Mereka mulai memperhatikan kemajuan Eropa,
terutama Prancis sebagai negara yang terkemuka pada waktu itu. Negara Eropa
mulai mempunyai arti yang penting bagi cendikiawan atau pemuka-pemuka usmani.
Orang-orang Eropa yang selama ini dipandang sebagai kafir dan rendah mulai
dihargai. Bahkan, duta-dutapun dikirim ke Eropa untuk mempelajari kemajuan
berbagai disiplin ilmu serta suasana dari dekat
Pada tahun 1720,
Celebi Mehmed diangkat subagai duta di Paris dengan tugas khusu mengunjungi
pabrik-pabrik, benteng-benteng pertahanan, dan institusi-institusi lainnya
serta memberi laporan tentang kemajuan tekhnik, organisasi angkatan perang
modern, rumah sakit, observatorium, peraturan, karantina, kebun binatang, adat
istiadat dan lain sebagainya seperti ia lihat di Perancis. Di tahun 1741 M
anaknya, Said Mehmed dikirim pula ke paris
Laporan-laporan
kedua duta ini menarik perhatian Sultan Ahmad III (1703-1730 M) untuk memulai
pembaruan di kerajaan Usmani. Pada tahun 1717 M, seorang perwira Perancis
bernama De Rochefart datang ke Istanbul dengan usul membentuk suatu korps
artileri tentara Usmani berdasarkan ilmu-ilmu kemiliteran modern. Di tahun
1729, datang lagi seorang Perancis yakni Comte De Bonneval yang kemudia masuk
Islam dengan nama baru Humbaraci Pasya. Ia bertugas melatih tentara usmani
untuk memakai alat-alat (meriam) modern. Untuk menjalankan tugas ini, ia
dibantu oleh Macarthy dari Irlandia, Ramsay dari Skotlandia dan Mornai dari
Perancis. Atas usaha ahli-ahli Eropa inilah, taktik dan teknik militer ,odern
pun dimasukkan ke dalam angkatan perang usmani. Maka pada tahun 1734 M, dibuka
sekolah teknik militer untuk pertama kalinya.
Dalam bidang non
militer, pemikiran dan usaha pembaruan dicetuskan oleh Ibrahim Mutafarrika
(1670-1754 M). Ia memperkenalkan ilmu-ilmu pengetahuan modern dan kemajuan
barat kepada masyarakat turki yang disertai pula oleh usha penerjemahan buku-buku
barat ke dalam bahasa turki. Suatu badan penerjemah yang terdiri atas 25 orang
anggota dibentuk pada tahun 1717 M
Sarjana atau filsuf
Islam yang termasyur, baik didunia Islam atau barat ialah Ibnu Sina (1031 M)
dan Ibnu Rusyd (1198 M). Dalam bidang seni atau syair, penyair persia Umar
Khayam (1031 M) dan penyair lirik Hafiz (1389 M) yang dijuluki Lisan Al Gaib
atau suara dari dunia gaib, sangat dikenal luas saat itu
b.Pembaruan pada periode modern (1800 M – dan
seterusnya)
Kaum muslim
memiliki banyak sekali tokoh – tokoh pembaruan yang pokok – pokok pemikirannya
maupun jasa-jasanya di berbagai bidang telah memberikan sumbangsih bagi uamt
Islam di dunia. Beberapa tokoh yang terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau
pemikiran Islam tersebut antara lain sebagai berikut.
1)Jamaludin
Al Afgani (Iran 1838 – Turki 1897)
Salah satu
sumbangan terpenting di dunia Islam diberikan oleh sayid Jamaludin Al Afgani.
Gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki, Iran, mesir dan India. Meskipun sangant anti
imperialisme Eropa, ia mengagungkan pencapaian ilmu pengetahuan barat. Ia tidak
melihat adanya kontradiksiantara Islam dan ilmu pengetahuan. Namun, gagasannya
untuk mendirikan sebuah universitas yang khusus mengajarkan ilmu pengetahuan
modern di Turki menghadapi tantangan kuat dari para ulama. Pada akhirnya ia
diusir dari negara tersebut.
2)Muhammad
Abduh (mesir 1849-1905) dan Muhammad Rasyd Rida (Suriah 1865-1935)
Guru dan murid
tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan amat terkesan dengan
pengalaman mereka disana. Rasyd Rida mendapat pendidikan Islam tradisional dan
menguasai bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya untuk
mempelajari ilmu pengetahuan secara umum. Oelh karena itu, tidak sulit bagi
Rida untuk bergabung dengan gerakan pembaruan Al Afgani dan Muhammad Abduh di
antaranya melalui penerbitan jurnal Al Urwah Al Wustha yang diterbitkan di
paris dan disebarkan di Mesir. Muhammad Abduh sebagaimana Muhammad Abdul Wahab
dan Jamaludin Al Afgani, berpendapat bahwa masuknya bermacam bid’ah ke dalam
ajaran Islam membuat umat Islam lupa akan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya.
Bid’ah itulah yang menjauhkan masyarakat Islam dari jalan yang sebenarnya.
3)Toha
Husein (Mesir Selatan 1889-1973)
Toha husein adalah
seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia
merupakan pendukung modernisme yang gigih. Pengadopsian terhadap ilmu
pengetahuan modern tidak hanya penting dari sudut nilai praktis (kegunan)nya
saja, tetapi juga sebagai perwujudan suatu kebudayaan yang amat tinggi.
Pandangannya dianggap sekularis karena mengunggulkan ilmu pengetahuan.
4)Sayid
Qutub (Mesir 1906-1966) dan Yusuf Al Qardawi.
Al qardawi
menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Jika modernisasi yang dimaksud
bukan berarti upaya pembaratan dan memiliki batasan pada pemanfaatan ilmu
pengetahuan modern serta penerapan tekhnologinya, Islam tidak menolaknya bahkan
mendukungnya. Pandangan al qardawi ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum
muslimin. Secara umum, dunia Islam relatif terbuka untuk menerima ilmu
pengetahuan dan tekhnologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya. Pandangan
ini kelak terbukti dan tetap bertahan hingga kini di kalangan muslim. Akan
tetapi, dikalangan pemikir yang mempelajari sejarah dan filsafat ilmu
pengetahuan, gagasan seperti ini tidak cukup memuaskan mereka.
5)Sir
Sayid Ahmad Khan (india
1817-1898)
Sir Sayid Ahmad
Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seperti
halnya Al Afgani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan
modern. Akan tetapi, berbeda dengan Al Afgani ia melihat adanya kekuatan yang
membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern. Kekuatan pembebas itu
antara lain meliputi penjelasan mengenai suatu peristiwa dengan sebab-sebabnya
yang bersifat fisik materiil. Di barat, nilai-nilai ini telah membebaskan orang
dari tahayuldan cengkeraman kekuasaan gereja. Kini, dengan semangat yang sama,
Ahmad Khan merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang
tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Al Qur’an. Ia amat serius dengan upayanya
ini antara lain dengan menciptakan sendiri metode baru penafsiran Al Qur’an.
Hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir
Al Qur’an
6)Sir
Muhammad Iqbal (Punjab 1873-1938)
Generasi awal abad
ke-20 adalahSir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama di
anak benua India
yang sempat mendalami pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang
pendidikan yang bercorak tradisional Islam. Kedua hal ini muncul dari karya utamanya
di tahun 1930 yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in
Islam (Pembangunan Kembali Pemikiran Keagamaan dalam Islam). Melalui
penggunaan istilah recontruction, ia mengungkapkan kembali pemikiran
keagamaan Islam dalam bahasa modern untuk dikonsumsi generasi baru muslim yang
telah berkenalan dengan perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan filsafat
barat abad ke-20
2.4. PERKEMBANGAN
BUDAYA ISLAM PADA MASA MODERN
Kebudayaan umat Islam pada masa pembaharuan berkembang kearah yang
lebih maju. Hal ini dapat dpelajari dari berbagai Negara Islam atau Negara yang
berpenduduk mayoritas umat Islam. Seperti Saudi Arabia,
Mesir, Irak, Iran,Kuwait, Pakstan, Malaysia, Brunei,
dan Indonesia.
1. Arsitektur
Arsitektur ada yang berfungsi melayani keagamaan, seperti Msjid,
makam, Madrasah, dan ada pula yang berfungsi melayani kepentingan sekuler,
seperti Istana, benteng, pasar, caravan serai (sejenis hotel), jalan-jalan
raya, rel-rel kereta api, dan banyak lagi lainnya.
Setelah ditemukannya lading minyak pada tahun 1933, Saudi
Arabia tdak lagi sebagai Negara miskn tetap temasuk salah satu Negara
kaya. Dengan kekayaannya yang melimpah, Saudi Arabia banyak membangun
jalanraya antar kota, jalan kereta api antar kota Riyad
dengan kota Pelabuhan Ad-Dammam dip anta teuk Persia. Juga
membangun Maskapai penerbangan Internasional ( Saudi Arabia Air Lines) di
Jeddah, Zahran, dan Riyad. Dibidang perhotelan telah dbangun hotel-hotel mewah
bertaraf Internasional. Antara lain terdapat disekitar Masjidil Haram Mekah
dan Masjidil Nabawi Madinah.
Masjidil Haram artinya masjid yang dihormati atau dimuliakan.
Masjid ini berbentuk empat persegi terletak ditengah-
tengah kota Mekah, serta merupakan masjid tertua di dunia.
Ditengah-tengah masjid itu terdapat Ka’bah, yang juga disebutBaitullah (Rumah
Allah) dan Baitul Atiq (Rumah Kemerdekaan), yagn telah
diterapkan oleh Allah SWT sebagai kiblat umat Islam dseluruh dunia dalam
mengerjakan salat. Selain itu terdapat pula HajarAswad ( batu
hitam yang terletak didinding Ka’bah), makam Ibrahim, Hijr Ismail, dan sumur
Zamzam yang terletak tdak jauh dar Ka’bah.
Keadaan Masjdil Haram pada masa Nabi Muhammad SAW masih hdup,
dengan keadaaan Msjdil Haram sekarang jauh berbeda. Pada masa Nabi SAW masih
hdup, keadaan Masjidil Haram tdak begitu luas dan bersifat sederahan. Sekarang
ini, keadaan Masjidil Haram sangat luas dan merupakanbangunan yang begitu indah
dan megah. masjdilHaram saat in berlantai empat yang untuk naik dari lanta
dasar kelanta atasnya sudah dsedakan escalator.
Masjid Nabawi adalah sebuah masjid yang megah dan indah juga
sangat luas. Kalu pada masa Nabi Muhammad SAW luas masjid Nabawi sekitar 2.500
m persegi, kini luasnya menjadi sektar 165.000 m persegi (luas
seluruh kota Madinah pada masa Rasulullah SAW). Hal in mengakibatkan
makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar r.a., dan Umar bin KHaththab r.a yagndulu
berada diluar masjid sekarang berada didalam amsjid. Demikan pula tempat
pemakamman umum (maqbarah) bagi yang dulu berada
dpinggir kota Madinah, sekarang berda di samping /dipnggr halaman
masjd.
Masjid Nabawi semakn indah dan megah dengan adanya sepuluh buah
menara yang menjulung tnggi, 95 buah pintu Masjid yang lebar dan indah, juga
kubah masjid yang dapat terbuka dan tertutup.
Selain tu, pada atap masjd Nabawi bagan belakang yaitu diatas
pintu Al-Majidi dari sebelah barat memanjang kearah timur, telah dibangun
tingkat dua yang dimanfaatkan untuk perkotaaan, perpustakaan, gudang,
peralatan, dan selabihnya digunakan sepagai tempat salat. Apabila jamaah
dlantai bawah terlalu padat. Perlu pula dketahui bahwa seluruh ruangan dari
lantai bawah (dasar) Masjid Nabawi sekarang n memakai pendngin ruangan (AC).
Arstektur yang berfungsi untuk melayani kepentingan agama dan
kepentngan sekuler, selain terdapat di Saudi Araba, juga terdapat dinegara
lain, terutama di Negara yang berkependudukan mayoritas Islam. Misalnya di
Turki, sekarang ini memiliki tidak kurang dari 62.000 masjid dan pembangunan
mencapai 1.500 buah per tahun. Selan itu, telah dibangun lebih dari 2.000 unit
sekolah Al-Qur’an.
Di Iran ketika Dinasti Qatar berkuasa (pada tahun
1794-1925) telah dibangun kota Teheran sebagai
bukota Iran (dibangun pada abad ke-18 M).
perkembangan kota ini sangat pesat, terutama pada masa kekuasaan
Dinasti Paahlevi (1925-1979). Sekarang in teheran meupakan salah
satu kotaterbesar di Asia. Bangunan artektur peninggalan
Dnasti Qatar antara lain:
Istana Niavarand,
tempat kediaman Syah Muhammad Reza Pahlevi dan keluargannya.
Pekuburan Behesyti
Zahra’ (bahasa Persiayang artinya taman Zahra, putri Rasulullah
SAW). Pekuburan ini tepat dimakamkannya puluhanribu syuhada (pahlawan) Revolusi
Islam. Di pekuburan ini juga dmakamkan pemimpin Revolusi Islam Ayatullah
Khomaeni (wafat 1989 M).
Pada masa pembaharuan di Irak, selain terdapat arsitektur yang
berfungsi melayani keagamaan, seperti masjd, madrasah, dan makam ,juga
arsitektur yang melayani kepentingan sekuler misalnya bangunan-bangunan
industri, jalan kereta api yang menghubungkan Basrah dan Bagdad, jalan-jalan
raya yang beraspal antarkota, dua bandara Internasional di Basrah dan Bagdad,
serta dua pelabuhan Internasional di Basrah dan Um Al-Qasar.
2. Sastra
Pada masa pembaharuan telah muncul para sastrawan yang karya-karya
sastrannya bersifat Islami diberbagai Negara, misalnya:
seorang sastrawan dan
pemikir besar, menjelang abad ke-20 telah lahir di Pakistan(1877-1938)
yang bernama Muhammad Iqbal.Beliau telah mengungkapkan filsafatnya
dalam bentuk puisi dengan menggunakan bahsa Urdu dan persa. Dar karya puisinya,
yang penting adalah Asrari Khudi, disamping karya filsafatnya yang
berjudul “The Reconstruction of Religious Thoughs in Islam” (kedua
buku ini sudah diterjemaahkan dan diterbitkan dalam bahsa Indonesia).
Beliau juga telah menulis beberapa prosanya dalam bahasa Inggris dan arab.
Mustafa Lutfi
Al-Manfaluti (1876-1926) seorang sastrawan dan ulama Al-Azhar (Mesir)
termasuk pengarang cerita pendek bergaya semi klasik dan semi modern.
D.r Muhammad Husain
Haekal (1888-1956) pengarang mesir terkenal, yang telah menulisHayatu
Muhammad (Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW, telah terbit dalam
terjemaah bahasa Indonesia) adalah juga seorang sastrawan dan dianggap perintis
karya sastra modern setelah novelnya yang berjudul Zainabterbit
tahun 1914. beliau juga banyak menulis kritik sastra dan cerita pendek.
Jamil Siqdi
Az-Zahawi (1863-1936) di Irak terkenal sebagai perintis sajak modern
dan seoran penyair tua yang bernada keras dan dikenal sebagai pembela hak-hak
wanita bersama-sama dengan Ma’ruf Ar-Rasafi (1877-1945).
Abdus Salam Al-
Ujaili (lahir 1918)adalah seorang satrawan di Suriah dan juga seorang
Dokter medis, aktif dalam penulisan novel dan cerita pendek.
Peranan perempuan dalam
perkembangan sastra modern ternyata tidak banyak. Dari yang sedikit itu
misalnya Binti Syati’ yang sebenarnya bernama Aisyah Abdurrahman. Beliau
meraih gelar dokter dalam sastra kelasik, terkenal sebagai sastrawati,
wartawati dan editor harian Al-Ahram Mesir. Selain itu, beliau banyak menekuni
Al-Qur’an, lalu menulis tapsir Al-Qur’an dari segi sastra. Sastra lain seperti
Fatwa Tawqan dan Nazek Al-Malaikah (palestina), serta Layla Ba’albaki
(Lebanon).
3. Kaligrafi
Kata kaligrafi berasal dari bahasa Yunani : kaligrafia atau
kaligrafhos. Kallos berarti indah dan grapho berarti tulisan. Jadi, kaligrafi
adalah tulisan (aksara) indah yang mempunya nilai estetis. Dalam bahasa arab
kalgrafi disebut khatt, yang dalam pengertian sehari-hari berarti tulisan indah
yang memliki nilai estetis.
Kaligrafi (khatt) merupakan satu-satunya seni Islam, yang murn
dihasilkan oleh orang Islam, berbeda dengan seni Islam lainnya seperti seni
lukis, dan ragam hias yng terpengaruh unsure non Islam.
Kaligrafi terdiri dar berbagai macam gaya antara lain
enam macam gaya yang dsebut Al-Aqlam as-Sittah (The Six Handsl
Styles).
Seni kaligrafi berkembang sadangat cepat keseluruh pelosok dunia,
khususnya kenegara-negara yang penduduknya mayoritas umat Islam seperti
Indonesa.
Seni kalaigrafi digunakan sebagai hiasan di masjid-masjid,
penyekat ruangan, hasan dinding rumah, kotak penyimpanan periasan, alat-alat
rumah tangga dan lain-lan. Meda yang digunakan pun beragam-ragam yakn dari
kertas, kan, kulit, kaca, emas, perak, tembaga, kayu dan keramik.
Perhatian umat Islam Indonesia terhadap seni
kaligrafi cukup bagus, hal ini ditandai antara lain:
Diadakan
pameran lukisan kaligrafi bertaraf nasional, yakn pada acar MTQ Nasional XI di
semaran (1979), pada Muktamar pertama Media Massa Islam sedunia di Jakarta
(1980),pada MTQ Nsional XII di Band Aceh (1981),dan pada pameran kaligrafi
Islam di Balai Budaya Jakarta dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1405
(1984).
Diselenggarakannya
Musabaqah Khatt Indah Al-Qur’an (MKQ) dalam setap MTQ. MKQ mulai
diselenggarakan pada MTQ Nasional XII di Banda Aceh (1981) dan MTQ Nasional
XIII di Padang (1983)
BAB III
KESIMPULAN
Pembaruan dalam Islam yang timbul pada
periode sejarah Islam mempunyai tujuan, yakni membawa umat Islam pada kemajuan,
baik dalam ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Islam menghendaki manusia
menjalankan kehidupan yang didasarkan pada
rasioanlitas atau akal dan iman. Islam dan kebudayaannya tidak hanya merupakan
warisan dari masa silam yang gemilang, namun juga salah satu kekuatan penting
yang cukup diperhitungkan dunia dewasa ini. Al Qur’an terus menerus dibaca dan
dikaji oleh kaum muslim. Budaya Islam pun tetap merupakan faktor pendorong
dalam membentuk kehidupan manusia di permukaan bumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar